Aris Sanda alias Bapak Tasya, sopir travel asal Toraja, ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraan yang terbakar di kawasan Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Ia sebelumnya dihentikan dan dipisahkan dari rombongan penumpang saat melintas di jalur Wamena–Mbua.
Penghadangan di jalur Wamena–Mbua
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (15/9) sekitar pukul 06.00 WIT. Aris sedang mengemudikan kendaraan lajuran dari Wamena menuju Mbua dengan membawa sejumlah penumpang.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan, rombongan kendaraan tersebut dihentikan sekelompok orang bersenjata di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya.
Para pengemudi dan penumpang kemudian diperiksa. Setelah pemeriksaan selesai, penumpang diperintahkan kembali ke arah Wamena. Aris tidak ikut bersama rombongan itu karena dipisahkan dan dibawa menuju kawasan Danau Habema.
Aparat keamanan yang menerima informasi tersebut segera melakukan pencarian. Pada Rabu (16/9), personel Koops TNI Habema menyisir area di sekitar lokasi penghadangan dan kawasan Danau Habema.
Korban disebut sempat disandera
Dalam perkembangan penyelidikan, Aris disebut sempat disandera kelompok bersenjata. Dugaan itu mengemuka setelah beredarnya rekaman video yang memperlihatkan korban berada di tengah jalan dan dikelilingi sejumlah orang yang membawa senjata.
Dalam video tersebut, Aris juga terlihat diminta memegang bendera Bintang Kejora dan menyampaikan pernyataan mengenai Papua. Polisi dan aparat keamanan masih mendalami keaslian serta konteks rekaman itu sebagai bagian dari penyelidikan.
Informasi mengenai dugaan penyanderaan tersebut turut diberitakan sejumlah media setelah video kejadian beredar. Aparat masih menelusuri rangkaian peristiwa sejak penghadangan, pemisahan korban dari penumpang, hingga korban ditemukan meninggal.
Kendaraan terbakar ditemukan dalam penyisiran
Sebelum kendaraan dan jenazah ditemukan, aparat sempat menyatakan pencarian masih berlangsung. Kondisi cuaca dan kabut tebal di sekitar Danau Habema menjadi kendala bagi tim di lapangan.
Beberapa jam kemudian, tim gabungan menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar. Jenazah Aris berada di dalam kendaraan tersebut. Kendaraan dan jenazah mengalami kerusakan akibat kebakaran, lalu korban dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Wamena.
Setelah penemuan itu, aparat gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan barang bukti. Polisi juga memeriksa lokasi penghadangan serta tempat kendaraan ditemukan, termasuk mendalami dugaan penggunaan senjata api dalam kejadian tersebut.
Aris diketahui bekerja sebagai sopir lajuran yang melayani perjalanan dari Wamena menuju wilayah pedalaman, termasuk Mbua. Menurut keterangan TNI, saat kejadian ia sedang menjalankan pekerjaan, membawa kebutuhan logistik, dan melayani transportasi masyarakat.
TNI menyebut kelompok yang diduga terlibat berkaitan dengan OPM Kodap III Ndugama. Namun, penyidik masih berupaya memastikan pihak yang bertanggung jawab dan motif kejadian. Hingga Kamis (17/9), penyelidikan masih mencakup dugaan penyanderaan, penembakan, serta pembakaran kendaraan korban.












