Berita  

Direkomendasikan! Daftar 11 Purnawirawan TNI Berpeluang Dapat Pangkat Kehormatan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menghormati para purnawirawan TNI dengan memberikan pangkat istimewa kepada 11 perwira tinggi. Proses penganugerahan dilakukan di atas Kapal Markas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Kenaikan pangkat istimewa ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 93/TNI Tahun 2025 sebagai pengakuan atas jasa dan dedikasi mereka selama berdinas. Prabowo menegaskan bahwa penganugerahan ini merupakan penghormatan negara atas dedikasi yang luar biasa dari para purnawirawan TNI itu.

Presiden menjelaskan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi negara untuk jasa besar yang telah diberikan oleh para purnawirawan TNI meski mereka telah pensiun. Prosesi penganugerahan pangkat istimewa didasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 93/TNI Tahun 2025. Prabowo menekankan bahwa penghormatan ini diperuntukkan bagi para perwira tinggi TNI yang memiliki rekam jejak pengabdian terbaik selama karir militernya.

Dalam prosesi tersebut, Prabowo secara simbolis menanggalkan pangkat lama dan menyematkan pangkat baru kepada dua perwira purnawirawan yang hadir. Penganugerahan ini bertujuan untuk memberikan penghargaan atas jasa, dedikasi, dan loyalitas para perwira tinggi TNI selama bertugas. Acara penganugerahan pangkat kehormatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Wakil Presiden Republik Indonesia, Ketua Dewan Perwakilan Daerah, para menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, dan Kepala Polri.

Penganugerahan pangkat kehormatan kepada para purnawirawan TNI menjadi bagian dari kegiatan Presidential Inspection Presiden Prabowo di KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Hal ini juga sebagai bentuk penghormatan negara terhadap jasa, pengabdian, dan dedikasi anggota TNI, baik semasa aktif bertugas maupun setelah memasuki masa purnatugas. Selain itu, Penganugerahan pangkat kehormatan ini juga menjadi upaya untuk memberikan apresiasi kepada para purnawirawan yang telah memberikan sumbangan yang besar bagi bangsa.

Source link

Exit mobile version