Asia Tenggara telah merasakan penjajahan oleh bangsa Eropa selama berabad-abad, kecuali Thailand yang tetap merdeka. Penjajahan dilatarbelakangi oleh monopoli rempah-rempah, pengelolaan sumber daya alam, dan pusat perdagangan strategis antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang paling lama dijajah, mulai dari Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, hingga Jepang. Kemerdekaan Indonesia baru diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.
Malaysia juga mengalami penjajahan oleh Portugis, Belanda, dan Inggris sebelum meraih kemerdekaannya pada 31 Agustus 1957. Singapura, yang menjadi pos dagang Inggris, memperoleh kemerdekaannya pada 9 Agustus 1965 setelah berpisah dari Federasi Malaysia. Filipina, yang jatuh ke tangan Spanyol dan kemudian Amerika Serikat, merdeka pada 1946 setelah perjuangan panjang.
Vietnam dijajah oleh Prancis, sementara Kamboja dan Laos juga mengalami penjajahan yang mirip. Myanmar dijajah Inggris dan Laos lalu mengalami kerusuhan yang membawa perubahan rezim. Brunei Darussalam yang memiliki sumber daya minyak terbesar menjadi incaran Inggris sebelum merdeka pada 23 Februari 1984.
Salah satunya Thailand yang tetap merdeka berkat diplomasi cerdas raja-raja mereka, kecerdasan modernisasi, dan posisi geografisnya yang strategis. Sejarah penjajahan di Asia Tenggara menorehkan luka mendalam, namun menjadi pelajaran berharga bagi ASEAN untuk menjaga kedaulatan dan membangun kawasan damai dan sejahtera. Surat kabar ANTARA memberikan berita ini pada tahun 2025.












