Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah mengambil langkah arif dan bijak dengan memberikan amnesti dan abolisi kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan pebisnis Tom Lembong. Menurut Politisi Fahri Hamzah, keputusan tersebut merupakan respons cepat dari pemerintah Prabowo dalam mengatasi isu perpecahan di tengah peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80. Dikatakan oleh Fahri bahwa langkah Presiden adalah upaya untuk mengakhiri pembelahan masyarakat dan memulai rekonsiliasi menjelang peringatan 17 Agustus 2025. Keputusan yang diambil Presiden disambut positif sebagai langkah besar dalam menyatukan bangsa dari segala bentuk ancaman perpecahan. Keputusan DPR yang menyetujui pemberian amnesti kepada 1.116 terpidana, termasuk Hasto Kristiyanto, tertuang dalam Surat Presiden Nomor 42/Pres/072725 tanggal 30 Juli 2025. Amnesti dan abolisi merupakan dua bentuk hak prerogatif Presiden terkait dengan penghapusan akibat hukum pidana. Seluruh langkah ini diharapkan dapat membantu memperkuat kesatuan dan kerukunan bangsa Indonesia ke depannya.
Prabowo Menyebarkan Kerukunan Melalui Hak Prerogatif
Read Also
Recommendation for You

Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, kembali ke tanah air setelah menghadiri perayaan 80 Tahun Kemenangan…

Presiden Prabowo Subianto telah kembali ke Indonesia setelah mengunjungi Beijing dalam rangkaian acara Perayaan 80…

Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Xi Jinping di Beijing merupakan langkah penting dalam memperkuat hubungan…

Pada 3 September, Presiden Tiongkok Xi Jinping menerima kunjungan Presiden Indonesia Prabowo di Balai Agung…

Pimpinan DPR telah menerima dan merespons kekhawatiran yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan…

